JAKARTA, DISWAY.ID – Pemerintah terus mempercepat penyelesaian proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 MW yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Upaya tersebut ditegaskan melalui kunjungan kerja Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Yuliot, ke lokasi proyek di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan energi baru terbarukan (EBT) sekaligus memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Pulau Sumatra.
Dalam agenda tersebut, Yuliot bersama jajaran Kementerian ESDM meninjau sejumlah fasilitas utama proyek, mulai dari area bendungan (dam), jalur transmisi, kawasan Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH), hingga powerhouse yang menjadi pusat operasional pembangkit.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Presiden Direktur PT North Sumatra Hydro Energy (NSHE), Li Xinlu, dilanjutkan pemaparan perkembangan proyek, arahan dari Wakil Menteri ESDM, serta diskusi mengenai percepatan penyelesaian pembangunan.
Progres Proyek Sudah Hampir 90 Persen
Presiden Direktur PT NSHE, Li Xinlu, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah yang terus mendorong penyelesaian proyek melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Menurutnya, hingga Juli 2026 progres fisik PLTA Batangtoru telah mencapai 89,49 persen. Angka tersebut menandai keberhasilan pemulihan proyek hingga kembali ke posisi sebelum bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatra Utara pada November 2025.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian ESDM atas perhatian dan dukungan berkelanjutan terhadap proyek ini. Berbagai forum koordinasi lintas instansi telah membantu kami menyelesaikan tantangan di lapangan. PLTA Batangtoru akan menjadi salah satu penopang utama sistem kelistrikan Sumatra sekaligus mendukung pengembangan energi terbarukan nasional,” ujar Li Xinlu.
Pemerintah Dorong Percepatan Pasokan Listrik Sumatra
Dalam arahannya, Wakil Menteri ESDM Yuliot menegaskan bahwa proyek ini memiliki peran penting dalam menjaga keandalan pasokan listrik nasional, khususnya di wilayah Sumatra.
Menurutnya, kebutuhan listrik di Sumatra terus meningkat sehingga penyelesaian pembangkit baru harus dipercepat.
“Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat penyediaan energi sekaligus meningkatkan keandalan sistem kelistrikan nasional. Dengan keterbatasan energi primer lainnya, PLTA Batangtoru yang segera masuk sistem akan menjadi salah satu penguat pasokan listrik di Sumatra,” kata Yuliot.
Bangkit Setelah Diterjang Banjir dan Longsor
Pembangunan PLTA Batangtoru sempat mengalami hambatan akibat banjir dan longsor yang terjadi pada 24–25 November 2025.
Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan pada jaringan transmisi, fasilitas bendungan, powerhouse, hingga akses jalan menuju lokasi proyek.
Berdasarkan analisis BMKG, kejadian tersebut tergolong sebagai cuaca ekstrem nonrutin dengan periode ulang lebih dari 200 tahun.
Meski demikian, dalam waktu sekitar delapan bulan, NSHE berhasil melakukan berbagai pekerjaan pemulihan sehingga progres proyek kembali seperti sebelum bencana.
Saat ini bendungan telah siap memasuki tahap initial impounding, sementara proses commissioning powerhouse berlangsung sesuai jadwal. Selain itu, pengujian switchyard telah selesai 100 persen dan pemulihan jalur transmisi terus berjalan mengikuti target yang telah ditetapkan.
Pemerintah Perkuat Sinergi Lintas Instansi
Manajemen NSHE menjelaskan bahwa target Commercial Operation Date (COD) pada 2026 masih membutuhkan dukungan berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga PT PLN untuk mempercepat penyelesaian perizinan dan administrasi hukum yang menjadi syarat tahap impounding.
Menanggapi hal tersebut, Yuliot menekankan pentingnya koordinasi seluruh pemangku kepentingan.
“Kami membutuhkan dukungan dari kementerian, lembaga, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta koordinasi bersama PT PLN dan anak perusahaannya agar seluruh kendala dapat diselesaikan secara bersama-sama demi memperkuat bauran energi nasional,” ujarnya.
NSHE juga mengapresiasi dukungan Kementerian ESDM dalam mempercepat penyelesaian Right of Way (ROW) jalur transmisi serta koordinasi lintas instansi terkait proses perizinan yang dinilai menjadi faktor penting menuju tahap operasi komersial.
Berkontribusi dalam Penanganan Bencana
Tidak hanya fokus pada pembangunan pembangkit, NSHE juga berperan dalam penanganan dampak banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Perusahaan membantu pemulihan jalan nasional dan provinsi, mendistribusikan bantuan logistik ke 16 desa, menyediakan air bersih bagi sekitar 200 kepala keluarga, serta memperbaiki sejumlah fasilitas pendidikan dan rumah ibadah yang terdampak bencana.
Siap Perkuat Target Energi Terbarukan Indonesia
Menutup kunjungannya, Wakil Menteri ESDM kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk mengawal penyelesaian proyek-proyek energi strategis nasional.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, kita harus terus melakukan pengecekan langsung di lapangan dan mempercepat penyelesaian proyek agar ketersediaan serta keandalan energi nasional tetap terjaga,” tutur Yuliot.
Sebagai informasi, PLTA Batangtoru memiliki kapasitas terpasang 510 MW dengan potensi produksi listrik mencapai 2.124,03 GWh per tahun. Kehadirannya diharapkan memperkuat sistem kelistrikan Sumatra sekaligus mendukung target bauran energi baru terbarukan Indonesia.
Source: Disway
